Dianggap berjasa, Dr Elviriadi Akan Dianugerahi Gelar Datuk Temenggung Wira Bumi, Oleh Masyarakat Rupat

- Penulis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 16:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PEKANBARU — Perjuangan Dr, Elviriadi dalam bidang lingkungan dan kemanusiaan mendapat penghargaan dari masyarakat Desa Sidomulyo, Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat.

Masyarakat setempat berencana menganugerahkan gelar adat kepada Elviriadi sebagai bentuk penghormatan atas kepedulian dan perjuangannya terhadap masyarakat.
Tokoh masyarakat Batu Panjang, Salikhin, mengatakan rencana pemberian gelar adat tersebut merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan masyarakat.

“Ijin pak, hasil perundingan kami masyarakat kecik ini, bapak mau kami beri gelar adat. Dari lubuk hati kami, tak mengharapkan apo-apo. Tapi dari perjuangan bapak, kami merasa terbantu,” ujar Salikhin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Salikhin, masyarakat memberikan gelar tersebut dengan tulus sebagai bentuk penghargaan. Mereka menilai perjuangan Elviriadi telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.

Seperti Dr Elviriadi, katakan kepada awak media ini, bahwa melestarikan alam akan terus ia, suarakan sebagai tempat berpijak makluk hidup dan tetap akan bersuara lantang, dalam membela masyarakat yang lemah dan tertindas, kamis (6/8/26).

 

” Saya ingin masyarakat kecil menjadi besar di mata pemimpin dan Lestarikan alam sebagai tempat kita bersemayam, hidup damai bersama kerindangan pohon dan keciauan bahagia burung camar, ” harapnya.

Elviriadi, juga sebagai dosen dan kerap diundang saksi ahli lingkungan hidup, ia mengaku sering di iming – imingi sejumlah materi, agar tidak bersuara ataupun bersikap kritis terhadap pihak korporasi hitam, perusak hutan, namun semuanya ia tolak. Ia tetap bersikap idealis, kritis, berpegang teguh dengan prinsip idologis hidupnya, walaupun hidup sederhana.

 

” Lebih baik makan nasi dengan garam, dari pada menerima oleh – oleh dari korporasi hitam, ” Tegasnya.
” Jangan lah hai pemimpin memihak orang kuat dan berpunya. Tapi kuatkanlah orang lemah dengan keberpihakanmu, ” Tutup Elvi.

Penabalan gelar adat direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Dalam prosesi tersebut, Elviriadi direncanakan menerima gelar adat Datuk Temenggung Wira Bumi.
Prosesi penabalan gelar tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi masyarakat Batu Panjang. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat direncanakan hadir, mulai dari pimpinan kecamatan, Koramil, Polsek, camat, lurah, tokoh masyarakat hingga tokoh adat.

Bagi masyarakat, gelar adat bukan sekadar pemberian nama atau panggilan kehormatan. Gelar tersebut merupakan simbol penghargaan atas jasa, kepedulian dan kontribusi seseorang kepada masyarakat.
Sementara bagi Elviriadi, pemberian gelar tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya.

Dari seorang putra Selatpanjang yang dahulu menyeberang ke Pekanbaru dengan kapal jelatik untuk menuntut ilmu, menjalani pendidikan doktoral di Malaysia sambil mengajar mengaji dan berjualan, hingga akhirnya dipercaya dan dihormati masyarakat karena kiprahnya dalam memperjuangkan lingkungan dan kemanusiaan.

Perjalanan itu seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu lahir dari jalan yang mudah. Kadang ia tumbuh dari perjuangan panjang, jatuh bangun, dan keberanian untuk tetap berdiri ketika kepentingan masyarakat kecil membutuhkan suara. (RB)

Follow WhatsApp Channel nabapos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Milad ke-52 Bupati Rohul, AMI Harapkan Sinergi Pemerintah dan Pers
Polda Riau, Gelar Program Sholat Subuh Keliling, Wujud Polri Dekat dan Serap  Aspirasi Masyarakat 
PWMOI Riau dan Polsek Binawidya Bagikan 1.000 Masker di Pekanbaru
Kapolresta Pekanbaru Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kompol Sholton Resmi Jabat Kasat Reskrim
Polsek Dumai Barat Amankan 2 Sopir Kasus Dugaan Penggelapan 8,48 Ton Inti Sawit
Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, Tegas, Respon Cepat Laporan dan Persoalan Masyarakat 
Kolaborasi Lapas Narkotika Rumbai dan PLN, Manfaatkan FABA Untuk Pupuk Organik
Kalapas Bangkinang, Berikan Edukasi Hukum Untuk Pelajar dan Generasi Muda 
Berita ini 3 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 12:22 WIB

Milad ke-52 Bupati Rohul, AMI Harapkan Sinergi Pemerintah dan Pers

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:12 WIB

Polda Riau, Gelar Program Sholat Subuh Keliling, Wujud Polri Dekat dan Serap  Aspirasi Masyarakat 

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:37 WIB

PWMOI Riau dan Polsek Binawidya Bagikan 1.000 Masker di Pekanbaru

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:47 WIB

Kapolresta Pekanbaru Pimpin Sertijab Kasat Reskrim, Kompol Sholton Resmi Jabat Kasat Reskrim

Rabu, 14 Oktober 2026 - 18:14 WIB

Kapolda Riau, Irjen Pol Arman Achdiat, Tegas, Respon Cepat Laporan dan Persoalan Masyarakat 

Berita Terbaru