PEKANBARU — Perjuangan Dr, Elviriadi dalam bidang lingkungan dan kemanusiaan mendapat penghargaan dari masyarakat Desa Sidomulyo, Kelurahan Batu Panjang, Kecamatan Rupat.
Masyarakat setempat berencana menganugerahkan gelar adat kepada Elviriadi sebagai bentuk penghormatan atas kepedulian dan perjuangannya terhadap masyarakat.
Tokoh masyarakat Batu Panjang, Salikhin, mengatakan rencana pemberian gelar adat tersebut merupakan hasil pembicaraan dan kesepakatan masyarakat.
“Ijin pak, hasil perundingan kami masyarakat kecik ini, bapak mau kami beri gelar adat. Dari lubuk hati kami, tak mengharapkan apo-apo. Tapi dari perjuangan bapak, kami merasa terbantu,” ujar Salikhin.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut Salikhin, masyarakat memberikan gelar tersebut dengan tulus sebagai bentuk penghargaan. Mereka menilai perjuangan Elviriadi telah memberikan perhatian terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat kecil.
Seperti Dr Elviriadi, katakan kepada awak media ini, bahwa melestarikan alam akan terus ia, suarakan sebagai tempat berpijak makluk hidup dan tetap akan bersuara lantang, dalam membela masyarakat yang lemah dan tertindas, kamis (6/8/26).
” Saya ingin masyarakat kecil menjadi besar di mata pemimpin dan Lestarikan alam sebagai tempat kita bersemayam, hidup damai bersama kerindangan pohon dan keciauan bahagia burung camar, ” harapnya.
Elviriadi, juga sebagai dosen dan kerap diundang saksi ahli lingkungan hidup, ia mengaku sering di iming – imingi sejumlah materi, agar tidak bersuara ataupun bersikap kritis terhadap pihak korporasi hitam, perusak hutan, namun semuanya ia tolak. Ia tetap bersikap idealis, kritis, berpegang teguh dengan prinsip idologis hidupnya, walaupun hidup sederhana.
” Lebih baik makan nasi dengan garam, dari pada menerima oleh – oleh dari korporasi hitam, ” Tegasnya.
” Jangan lah hai pemimpin memihak orang kuat dan berpunya. Tapi kuatkanlah orang lemah dengan keberpihakanmu, ” Tutup Elvi.
Penabalan gelar adat direncanakan berlangsung pada awal Agustus 2026.
Dalam prosesi tersebut, Elviriadi direncanakan menerima gelar adat Datuk Temenggung Wira Bumi.
Prosesi penabalan gelar tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting bagi masyarakat Batu Panjang. Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat direncanakan hadir, mulai dari pimpinan kecamatan, Koramil, Polsek, camat, lurah, tokoh masyarakat hingga tokoh adat.
Bagi masyarakat, gelar adat bukan sekadar pemberian nama atau panggilan kehormatan. Gelar tersebut merupakan simbol penghargaan atas jasa, kepedulian dan kontribusi seseorang kepada masyarakat.
Sementara bagi Elviriadi, pemberian gelar tersebut menjadi bagian lain dari perjalanan hidupnya.
Dari seorang putra Selatpanjang yang dahulu menyeberang ke Pekanbaru dengan kapal jelatik untuk menuntut ilmu, menjalani pendidikan doktoral di Malaysia sambil mengajar mengaji dan berjualan, hingga akhirnya dipercaya dan dihormati masyarakat karena kiprahnya dalam memperjuangkan lingkungan dan kemanusiaan.
Perjalanan itu seolah menjadi pengingat bahwa pengabdian tidak selalu lahir dari jalan yang mudah. Kadang ia tumbuh dari perjuangan panjang, jatuh bangun, dan keberanian untuk tetap berdiri ketika kepentingan masyarakat kecil membutuhkan suara. (RB)











Komentar