Kapolda Riau, Kuliah Umum di Universitas Hang Tuah, Tekankan Edukasi Lingkungan dan Keamanan Ekologis 

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 01:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PEKANBARU – Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan, memberikan kuliah umum di Universitas Hang Tuah, membawakan Materi bertajuk Policing, Data & Ecological Security, Senin (14/9/2026).

Herry Heryawan, ia menegaskan bahwa Polisi tidak cukup hanya merespons setelah suatu peristiwa terjadi, tetapi harus mampu memanfaatkan data untuk membaca dan mencegah risiko sejak dini.

” Data harus menjadi dasar pengambilan keputusan operasional dan pencegahan. Teknologi harus membawa policing dari response menuju anticipation, dari sekadar merespons kejadian menjadi mampu membaca risiko,” kata Herry.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di hadapan sekitar 500 mahasiswa, Herry mengatakan bahwa perubahan tersebut membuat pihak kepolisian tidak lagi hanya berorientasi menemukan pelanggaran dan melakukan penegakan hukum.

Polisi juga dituntut mampu mengidentifikasi potensi ancaman sebelum menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Karena itu, pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk memperkuat pemetaan risiko dan menghasilkan intervensi berbasis bukti.

Dalam paparannya, Herry menyebut transformasi ini sebagai pergeseran dari crime data menuju risk intelligence.

Salah satu penerapannya terlihat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan di Riau.

Pencegahan Karhutla membutuhkan kombinasi data klimatologi dan hidrologi, teknologi, patroli, intervensi sosial, kebijakan lingkungan hingga penegakan hukum.

Namun, Herry menegaskan teknologi dan data bukan satu-satunya jawaban. Kompleksitas persoalan saat ini membuat keamanan publik tidak mungkin hanya menjadi tanggung jawab kepolisian.

“Police tidak sama dengan policing. Keamanan publik bukan hanya tugas polisi, tetapi proses yang melibatkan banyak aktor. Pemerintah, perguruan tinggi, tenaga kesehatan dan masyarakat harus menjadi bagian dalam menciptakan keamanan,” ujarnya.

Menurut Herry, pendekatan kolaboratif tersebut juga menjadi fondasi Green Policing yang dikembangkan Polda Riau. Paradigma ini menempatkan keamanan ekologi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari keamanan publik.

Perlindungan terhadap manusia, kata dia, membutuhkan perlindungan terhadap ekosistem karena kesehatan dan keselamatan masyarakat sangat bergantung pada kualitas lingkungan.

Green Policing kemudian dijalankan melalui pendekatan preventif, represif dan restoratif. Pencegahan dilakukan melalui edukasi, early warning, patroli, pemanfaatan data dan partisipasi masyarakat.

Penegakan hukum dilakukan terhadap kejahatan lingkungan, sementara pemulihan ekosistem menjadi bagian dari ukuran keberhasilannya.

 

” Penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan tidak boleh berhenti pada pelaku. Lingkungan yang rusak juga harus dipulihkan. Restorasi harus menjadi bagian dari keberhasilan penegakan hukum,” kata Herry.

Dalam konteks tersebut, Herry menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai knowledge institution. Kampus dapat membantu mengubah persoalan di lapangan menjadi kebijakan berbasis penelitian dan evaluasi ilmiah.

Ia berharap kolaborasi Polda Riau dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru dapat memperkuat implementasi Green Policing melalui riset, pengukuran serta evaluasi dampak.

” Policing masa depan harus mampu mengintegrasikan data, teknologi, hukum, kolaborasi dan ekologi untuk menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah Pekanbaru Prof. Ns. Lita mengatakan perguruan tinggi berkomitmen mempertemukan mahasiswa dengan para praktisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu agar pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti pada tataran akademis.

Menurutnya, bidang hukum, komunikasi, kesehatan dan teknologi informasi perlu terus dikembangkan secara kolaboratif agar mampu melahirkan sumber daya manusia yang profesional sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Senada, Ketua Yayasan Universitas Hang Tuah Pekanbaru Zainal Abidin menilai perkembangan teknologi digital dan pemanfaatan data menghadirkan peluang sekaligus tantangan.

Mahasiswa perlu memiliki kemampuan berpikir kritis serta memahami bagaimana data dimanfaatkan secara tepat, bertanggung jawab dan sesuai hukum. [**]

Follow WhatsApp Channel nabapos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Review LOCA Basarnas Pekanbaru dan Bandara Internasional, Perkuat Koordinasi Operasi SAR
Polda Riau Tetapkan 55 Orang Tersangka Karhutla, Tangani 55 Perkara 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Cegah Karhutla Meluas di Bengkalis dan Meranti
Jeritan dari Kelompok Tani Lubuk Umbut Minta Perlindungan Presiden Prabowo
Polresta Pekanbaru, Razia Hiburan Malam, 17 Pengunjung Jalani Tes Urine
Polda Riau Gunakan X Fire, Padamkan  Karhutla di Lahan Gambut
Atlet Pencak Silat Militer, Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Raih Prestasi di HUT TNI Ke – 81
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Intensifkan Pemadaman, Karhutla di Bengkalis dan Meranti
Berita ini 2 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 01:32 WIB

Kapolda Riau, Kuliah Umum di Universitas Hang Tuah, Tekankan Edukasi Lingkungan dan Keamanan Ekologis 

Senin, 14 September 2026 - 05:53 WIB

Review LOCA Basarnas Pekanbaru dan Bandara Internasional, Perkuat Koordinasi Operasi SAR

Minggu, 13 September 2026 - 13:17 WIB

Polda Riau Tetapkan 55 Orang Tersangka Karhutla, Tangani 55 Perkara 

Sabtu, 12 September 2026 - 13:34 WIB

Jeritan dari Kelompok Tani Lubuk Umbut Minta Perlindungan Presiden Prabowo

Sabtu, 12 September 2026 - 07:10 WIB

Polresta Pekanbaru, Razia Hiburan Malam, 17 Pengunjung Jalani Tes Urine

Berita Terbaru