PEKANBARU – Direktur PT Brilian Mega Wisata (BMW), Megawati, buka suara terkait batalnya keberangkatan puluhan calon jemaah umrah. Dia mengakui adanya persoalan manajemen keuangan di perusahaan, namun membantah telah menggelapkan uang jemaah.
Hal itu disampaikan Megawati saat ditemui awak media, di Jalan Soekarno-Hatta, Pekanbaru, Sabtu (4/10/2026). Dia sekaligus memberikan klarifikasi terkait sejumlah rekaman video dan pemberitaan di media sosial yang menurutnya menyudutkan dirinya dan keluarganya.
Megawati mengatakan keberangkatan jemaah awalnya dijadwalkan pada 5 September 2026. Namun, keberangkatan batal karena pihak perusahaan belum dapat melunasi seluruh biaya tiket pesawat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Para jemaah kemudian ditempatkan di Hotel Toptel hingga 8 September 2026. Pada saat itu, dibuat kesepakatan antara pihak jemaah dan PT BMW di hadapan notaris.
Menurut Megawati, dalam kesepakatan tersebut dirinya meminta waktu hingga tiga bulan untuk menyelesaikan persoalan keberangkatan. Namun, permintaan itu tidak disetujui para jemaah.
“Saya tentu minta maaf kepada para jemaah atas tertundanya keberangkatan umrah. Saya bertanggung jawab, tetapi meminta waktu untuk menyelesaikan semuanya.
Dalam kesepakatan itu saya merasa tertekan dan didesak, sehingga terpaksa mengikuti permintaan jemaah,” kata Megawati.
Megawati mengatakan persoalan kembali memanas pada Senin (29/9/2026). Saat itu, para jemaah disebut datang ke kantor PT BMW.
Dia mengklaim terjadi keributan dalam peristiwa tersebut. Megawati juga menuding adanya pihak yang memobilisasi para jemaah. Dia menyebut seseorang bernama Guslina, yang menurutnya merupakan tour leader PT BMW.
Megawati mengaku mengalami tekanan dalam kejadian tersebut. Dia menyebut mobil dan sertifikat rumah miliknya diambil, sementara uang Rp 10,8 juta di rekeningnya disebut dipaksa ditransfer ke rekening Guslina.
“Saya merasa ditekan dan diintimidasi. Mobil disita, sertifikat rumah diambil, serta uang di rekening sebesar Rp 10,8 juta dipaksa untuk ditransfer ke rekening Guslina.Saya juga dipaksa membuat surat seolah-olah menyerahkan secara sukarela,” ujarnya.
Megawati menyebut aset dan uang tersebut berkaitan dengan upaya mencari biaya tambahan untuk memberangkatkan para jemaah.
Megawati juga membantah informasi yang menyebut total uang jemaah yang terkumpul mencapai Rp 1,3 miliar.
Dia mengatakan jumlah ada 38 orang yang tercatat sebagai calon jemaah, namun ada beberapa orang, tour leader biayanya gratis.
“Yang perlu saya luruskan, jumlah jemaah semua ada 38 orang, tetapi nominalnya berbeda – beda tergantung paket umrah yang diambil, sehingga informasi mengenai total uang jemaah sebesar Rp 1,3 miliar itu tidak benar,” katanya.
Menurut Megawati, batalnya keberangkatan terjadi karena perusahaan belum mampu melunasi sisa biaya tiket pesawat hingga batas waktu yang ditentukan. Akibatnya, tiket yang telah dipesan disebut menjadi hangus.
Megawati menegaskan dirinya tidak pernah berniat menggelapkan uang jemaah. Dia mengaku tetap menghadapi persoalan tersebut dan tidak pernah melarikan diri.
“Saya tidak pernah menghindar ataupun menghilang. Saya bahkan sudah diperiksa di Polresta Pekanbaru dan Polda Riau,” ujarnya.
Dia mengaku memahami kekecewaan para jemaah akibat batalnya keberangkatan.
Namun, Megawati menyayangkan adanya pihak yang menurutnya menyerang harkat dan martabat keluarganya.
Karena itu, Megawati menyatakan akan menempuh langkah hukum terhadap pihak-pihak yang dinilai telah mencemarkan nama baiknya.
“Saya juga akan melakukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang membuat nama baik saya tercemar dengan membuat atau menyampaikan diksi yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.
Megawati mengatakan akan menyerahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum. Dia juga menyatakan siap memberikan bukti dan keterangan apabila terdapat laporan resmi.
Terkait legalitas perusahaan, Megawati mengatakan PT BMW, telah mengajukan perizinan kepada Kementerian Agama Provinsi Riau pada tahun 2025, sebelum di bawah naungan Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia.
Sementara itu, tudingan mengenai dugaan provokasi, intimidasi, maupun pengambilan aset sebagaimana disampaikan Megawati masih merupakan keterangan sepihak dari pihaknya. Hingga berita ini ditulis, pihak yang disebut dalam tudingan tersebut belum memberikan klarifikasi.
Naba Pos, masih berupaya meminta keterangan dari seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang berimbang, termasuk memberikan ruang hak jawab kepada pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini. (RB)











Komentar