Udara Kota Pekanbaru Tidak Sehat, Anak Sekolah Kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 

- Penulis

Selasa, 15 September 2026 - 11:48 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif
+ Donasi

PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau pembelajaran daring bagi peserta didik selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 16-18 September 2026.

 

Kebijakan ini diambil menyusul memburuknya kualitas udara di Kota Pekanbaru yang berada pada kategori sangat tidak sehat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Keputusan tersebut diambil setelah Pemko Pekanbaru menggelar rapat bersama sejumlah pihak terkait kondisi kualitas udara di Kota Pekanbaru, Selasa (15/9/2026).

 

Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan penerapan PJJ mempertimbangkan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang telah mencapai angka 220 atau masuk kategori sangat tidak sehat.

 

“Mempertimbangkan prediksi BMKG curah hujan yang belum turun sampai hari Jumat, maka mulai besok melaksanakan pembelajaran jarak jauh,” kata Agung Nugroho.

 

Menurut Wali Kota Agung, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik dari potensi gangguan kesehatan akibat memburuknya kualitas udara dan kabut asap.

 

Ia menyebut, penerapan PJJ masih dapat diperpanjang apabila kondisi kualitas udara belum menunjukkan perbaikan. Bahkan, pembelajaran daring berpotensi dilanjutkan hingga akhir pekan atau sampai Minggu (20/9/2026).

 

“Kita lihat perkembangannya nanti. Kalau kualitas udara belum membaik, bisa saja PJJ diperpanjang,” ujarnya.

 

Meski tidak ditemukan titik api di wilayah Kota Pekanbaru, Wali Kota Agung tetap mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

 

Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran. Sebab, kondisi tersebut dapat memperburuk kualitas udara dan meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

 

Pemko Pekanbaru akan terus memantau perkembangan kualitas udara serta kondisi cuaca sebelum menentukan kebijakan pembelajaran selanjutnya. (RB)

 

Follow WhatsApp Channel nabapos.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polres Siak Berhasil, Ungkap Sindikat SIM Palsu, Tiga Pejabat Polres Raih Penghargaan
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mendampingi Menteri Pertanian Salurkan Bantuan Pangan Untuk Provinsi Riau
Dirlantas Polda Riau, Berikan Penghargaan Kepada 13 Personil Ditlantas Yang Berprestasi
Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Tinjau Langsung Karhutla ke Pulau Jum’at
Kapolda Riau, Kuliah Umum di Universitas Hang Tuah, Tekankan Edukasi Lingkungan dan Keamanan Ekologis 
Review LOCA Basarnas Pekanbaru dan Bandara Internasional, Perkuat Koordinasi Operasi SAR
Polda Riau Tetapkan 55 Orang Tersangka Karhutla, Tangani 55 Perkara 
Kodam XIX/Tuanku Tambusai Bersama Tim Gabungan Cegah Karhutla Meluas di Bengkalis dan Meranti
Berita ini 25 kali dibaca

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 17 September 2026 - 06:19 WIB

Polres Siak Berhasil, Ungkap Sindikat SIM Palsu, Tiga Pejabat Polres Raih Penghargaan

Kamis, 17 September 2026 - 04:20 WIB

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Mendampingi Menteri Pertanian Salurkan Bantuan Pangan Untuk Provinsi Riau

Kamis, 17 September 2026 - 03:45 WIB

Dirlantas Polda Riau, Berikan Penghargaan Kepada 13 Personil Ditlantas Yang Berprestasi

Rabu, 16 September 2026 - 07:44 WIB

Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Tinjau Langsung Karhutla ke Pulau Jum’at

Selasa, 15 September 2026 - 11:48 WIB

Udara Kota Pekanbaru Tidak Sehat, Anak Sekolah Kembali Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) 

Berita Terbaru